Cara Masuk Surga ALLAH Yang di Ridloi ALLAH

Ada sebuah kabar gembira dari Allah swt, kabar gembira tersebut adalah:

”Dan adapun orang-orang yang berat timbangan (kebaikan)-nya, maka dia berada dalam kehidupan yang diridai.” (Q.S. Al Qoriah: 6-7)

Di manakah kehidupan yang diridai tersebut? Dalam Alquran diterangkan bahwa kehidupan yang diridai adalah surga.

(21). ”Maka orang itu berada dalam kehidupan yang diridai. (22). Dalam surga yang tinggi.” (Q.S. Al-Haqqah [69]: 21-22)

Kemudian Allah mengulangi kembali pesan atau kabar gembira ini.

“Timbangan pada hari itu ialah kebenaran. Maka barang siapa berat timbangan (kebaikan)nya, maka mereka itulah orang-orang yang beruntung.” (Q.S. Al-A’raf [7]: 8)

Sedemikian pentingnya pesan ini hingga Allah swt. mengulanginya sebanyak 3 kali.

“Barangsiapa yang berat timbangan (kebaikan)-nya, maka mereka itulah orang-orang yang beruntung.” (Q.S. Al-Mukminun [23]: 102)

Lebih jelasnya, dalam Surat Al-Mujaadilah (58) ayat 22, Allah menyediakan surga bagi orang-orang yang diridai-Nya sehingga mereka termasuk golongan orang-orang yang beruntung.

…Dan dimasukkan-Nya mereka ke dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, mereka kekal di dalamnya. Allah rida terhadap mereka dan mereka pun merasa rida terhadap (limpahan rahmat)-Nya.
Mereka itulah golongan Allah. Ketahuilah, bahwa sesungguhnyagolongan Allah itu adalah golongan yang beruntung.”
(Al-Mujaadilah [58]: 22)

Dalam perdagangan, orang yang beruntung ialah mereka yang pemasukannya lebih banyak dari pengeluaran. Dalam bahasan kita kali ini, orang yang beruntung ialah orang yang lebih banyak kebaikan daripada keburukannya. Jika seseorang harus masuk keneraka dulu untuk membakar dosa-dosanya, tentu ia tidak bisa dikatakan sebagai orang yang diridai Allah dan beruntung.

Jadi, kabar gembiranya ialah ternyata tidak hanya para nabi yang bisa langsung masuk surga. Kita pun bisa langsung masuk surga tanpa harus mampir ke neraka asalkan kebaikan (pahala) lebih banyak dari keburukan (dosa).

Namun, kemudian muncul sebuah pertanyaan, bukankah orang yang berat timbangan kebaikannya tetap saja masih mempunyai dosa yang harus dipertanggung-jawabkan walaupun sedikit? Jawabannya ada pada Alquran,

“(Ingatlah) hari (dimana) Allah mengumpulkan kamu pada hari pengumpulan. Itulah hari ditampakkan kesalahan-kesalahan. Dan barang siapa yg beriman kepada Allah dan beramal saleh, niscaya Allah akan menutupi kesalahan-kesalahannya dan memasukkannya ke dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai. Mereka kekal di dalamnya.
Itulah keberuntungan yang besar.”
(Q.S. At Taghabun [64]: 9)

Allah akan menutupi kesalahan-kesalahan kita karena keimanan serta amal saleh yang kita kerjakan. Jadi, bukan dimasukkan ke neraka dahulu untuk membersihkan dosa-dosa baru kemudian masuk surga.Semua orang mempunyai kesalahan tetapi orang yang beriman dan beramal saleh tidak akan diseret ke neraka karena mereka telah dibersihkan dari dosa.

“Maka mereka mendustakannya, karena itu mereka akan diseret (ke neraka). Kecuali hamba-hamba Allah yang dibersihkan (dari dosa).” (Q.S. As Shaffat [37]: 127-128)

Menurut ayat tersebut, dosa tidak dibersihkan di neraka. Orang yang beranggapan bahwa semua orang akan masuk neraka untuk membersihkan dan mempertanggungjawabkan dosanya, mendasarkan pendapatnya pada Alquran surat Maryam,
“Dan tidak ada seorang pun dari kamu, melainkan mendatangi neraka itu. Hal itu bagi Tuhanmu adalah suatu kemestian yang sudah ditetapkan.” (Q.S. Maryam [19]: 71)

Padahal jika mereka teliti, ada pengecualian di ayat berikutnya yaitu ayat 72,
“Kemudian Kami akan menyelamatkan orang-orang yang bertakwa dan membiarkan orang-orang yang zalim di dalam neraka dalam keadaan berlutut.” (Q.S.Maryam [19]: 72)

Yang dimaksud “kamu” pada Surat Maryam ayat 71 bukan semua manusia karena ada pengecualian bagi orang-orang yang dibersihkan Allah. Penjelasan ayat tersebut ada di ayat lainnya,

” Sesungguhnya kamu pasti akan merasakan azab yangpedih. Dan kamu tidak diberi pembalasan melainkan terhadap kejahatan yang telah kamu kerjakan, Tetapi hamba-hamba Allah yang dibersihkan (dari dosa). Mereka itu memperoleh rezki yang tertentu,Yaitu buah-buahan. Dan mereka adalah orang-orang yang dimuliakan,Di dalam surga-surga yang penuh kenikmatan.” (Q.S.Ash Shaffaat [37]: 38-43)

Jadi, dosa tidak dibersihkan di neraka. Lalu, dengan apa Allah membersihkan kita dari dosa? Allah akan menghapus dosa dengan kebaikan yang pernah kita kerjakan asalkan kebaikan lebih banyak dari keburukan sehingga mencukupi untuk menghapus semua dosa tersebut.

“….Sesungguhnya perbuatan-perbuatan yang baik itu menghapuskan perbuatan-perbuatan yang buruk. Itulah peringatan bagi orang-orang yang ingat.” (Q.S. Huud [11]: 114)

Misalnya kita mempunyai timbangan kebaikan 70 dan timbangan keburukan 20. Maka, keburukan kita akan dihapus oleh kebaikan yang kita miliki. Dosa 20 dikurangi pahala 70. Hasilnya tidak ada lagi sisa dosa, sedangkan sisa pahala tinggal 50. Jadilah kita sekarang bersih dari dosa dan masih memiliki tabungan 50 kebaikan. Dengan begitu wajarlah jika kita bisa langsung masuk surga tanpa harus terjerumus ke neraka karena kita tidak memiliki sisa keburukan sedikit pun.

Kenikmatan surga bagi orang yang punya sisa pahala 50 akan berbeda dengan seseorang yang mempunyai sisa pahala 5.000. Bisa jadi mereka tinggal di surga yang sama, namun rasa atau kenikmatannya berbeda-beda. Seperti halnya kita tinggal di bumi yang sama namun masing-masing merasakan kenikmatan yang berbeda-beda.

Di sebuah rumah makan, beberapa orang menyantap hidangan yang sama tetapi setiap orang merasakan kenikmatan yang berbeda. Ada yang kepedasan, keasinan dan ada pula yang kemanisan. Ada orang yang tinggal di rumah mewah tapi tidak bahagia karena tidak bersyukur. Namun, ada orang yang tinggal di rumah yang sederhana dan bahagia karena pandai bersyukur. Setiap orang mempunyai derajat yang berbeda-beda di dunia dan akhirat sesuai dengan amal salehnya.

“Dan masing-masing orang memperoleh derajat-derajat (sesuai) dengan apa yang dikerjakannya. Dan Tuhanmu tidak lengah dari apa yang mereka kerjakan.” (Al-An’am [6]: 132)

Allah telah menyediakan empat surga bukan tujuh seperti yang kita pahami selama ini.

(46). ”Dan bagi orang yang takut akan saat menghadap Tuhannya ada dua surga.”
(62). ”Dan selain dari dua surga itu ada dua surga lagi.” (Q.S. Ar Rahman [55]: 46 dan 62)

Ada yang bertanya, bagaimana jika timbangannya seimbang? Kebaikan dan keburukannya sama banyaknya. Jawabnya, Allah tidak akan memungkinkannya karena tidak ada keterangan dalam Alquran dan Hadis. Selain itu, dari berjuta kejadian yang kita alami dari lahir hingga meninggal dunia, kecil sekali kemungkinan untuk seimbang.

Kalaupun ada yang seimbang maka Allah Maha Mengetahui dimana dia ditempatkan.

Semoga tulisan ini dapat memotivasi kita untuk terus mengejar bola-bola kebaikan dimana saja demi meraih piala surga.

“Berlomba-lombalah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan surga yang luasnya seluas langit dan bumi, yang disediakan bagi orang-orang yang beriman kepada Allah dan rasul-rasul-Nya. Itulah karunia Allah, diberikan-Nya kepada siapa yang dikehendaki-Nya. Dan Allah mempunyai karunia yang besar.” (Q.S. Al-Hadiid [57]: 21)

Ada yang berkata, “Kita hendaknya beribadah hanya mengharap keridaan Allah bukan pahala dan surga. Jikakita beribadah karena mengharap pahala dan surga, berarti ibadah kita tidak ikhlas karena masih mengharap pamrih.”

Selintas kalimat itu terdengar benar dan indah tetapi ternyata tidak demikian. Pahala dan surga serta keridaan Allah merupakan satu paket yang tidak bisa dipisah-pisahkan. Allah menyuruh kita berlomba-lomba meraih piala surga. Jika kita tidak peduli dengan pahala surga sama artinya kita tidak peduli dengan perintah Allah tersebut.

“Sesungguhnya (surga) ini benar-benar kemenangan yang besar. Untuk kemenangan serupa ini hendaklah berusaha orang-orang yang bekerja” [QS. Ash shaffaat (37) :60-61]

”Sesungguhnya orang yang berbakti itu benar-benar berada dalam kenikmatan yang besar (syurga). Mereka(duduk) di atas dipan-dipan sambil memandang. Kamu dapat mengetahui dari wajah mereka kesenangan mereka yang penuh kenikmatan. Mereka diberi minum dari khamar murni yang dilak (tempatnya). Laknya adalah kesturi; Dan untuk yang demikian itu hendaknya orang berlomba-lomba”. [Al Mutaffifin (83):26]

Sumber :

http://dhafinnet.blogspot.in/2012/12/cara-masuk-surga-tanpa-mampir-di-neraka.html

Penafsiran ayat ”wa tha’aa maan dza ghushshatin” (Makanan yang Menyumbat di Kerongkongan)

ALLAH Azza Wa Jalla, berfirman:

73_12.png

play_btn.png

inna ladayn aa ank aa lan waja h iim aa n

[73:12] Karena sesungguhnya pada sisi Kami ada belenggu-belenggu yang berat dan neraka yang menyala-nyala.[/b

73_13.png

play_btn.png

wa th a’ aa man dzaa ghu shsh atin wa’a dzaa ban a liim aa n

[73:13] Dan makanan yang menyumbat di kerongkongan dan azab yang pedih.[/b

88:6-7

88_6.png

play_btn.png

laysa lahum th a’ aa mun ill aa min dh arii’ in

[88:6] Mereka tiada memperoleh makanan selain dari pohon yang berduri,[/b

88_7.png

play_btn.png

l aa yusminu wal aa yughnii min juu’ in

[88:7] yang tidak menggemukkan dan tidak pula menghilangkan lapar.[/b

Iman Ahmad meriwayatkan dengan sanad dari Ikrimah, dari Ibnu ‘Abbas tentang firman ALLAH Azza Wa Jalla, ”wa tha’aa maan dza ghushshatin” Ibnu ‘Abbas berkata, ”Yang dimaksud adalah duri yang menyumbat tenggorokan, tidak dapat masuk dan tidak dapat ke luar.”

‘Ali bin Abi Thalhah meriwayatkan dari Ibnu ‘Abbas tentang firman ALLAH SWT, ”min dharii’in”. Ia berpendapat bahwa dhari’ adalah makanan sebuah pohon dalam Jahanam

Menurut Mujahid, makanan tersebut adalah duri yang basah. Pendapat ini diriwayatkan pula dari Ikrimah dan Qatadah.

Diriwayatkan oleh Al-Aufi dari Ibnu ‘Abbas, ”Syubrq adalah tumbuhan berduri basah. Apabila durinya kering, tumbuhan ini dinamakan dhari”

Menurut Qatadah, ”Dhari’ adalah makanan dari pohon yang paling berduri.”

Menurut Sa’id bin Jubair, yang di maksud dengan ”min dharii’in adalah makanan dari batu. Juga menurut Sa’id bin Jubair, Dhari’ adalah pohon yang berduri.”

Abu Al-Hawari berkata, ”Dhari’ adalah duri kurma. Bagaiaman mungkin duri kurma bisa membuat gemuk?”

At-Tirmidzi meriwayatkan hadis Abu Darda’ dari Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wassalam. Beliau bersabda, ”Rasa lapar menimpa penghunu neraka. Siksa itu sesuai dengan apa yang mereka lakukan. Mereka lalu meminta makan. Mereka kemudian di beri makanan berupa pohon berduri yang tidak menggemukan dan tidak pula menghilangkan rasa lapar. Mereka meminta makan lagi, dan lalu diberi makanan yang menyumbat tenggorokan. Mereka meminta makan lagi, dan lalu diberi makan yang menyumbat tenggorokan. Mereka pun ingat kebiasaan sewaktu di dunia bahwa sakit tenggorokan seperti itu dapat disembuhkan dengan air. Mereka pun minta minum. Lalu, diberikanlah kepada mereka air yang sangat panas dengan menggunakan gayung besi. Tatkala air panas itu menyentuh wajah mereka, hanguslah wajah itu. Tatkala ait itu sampai pada perut mereka, hancurlah semua yang ada didalam perut mereka…”

Hadis ini diriwayatkan pula secara mauquf kepada Abu Darda’. ALLAH Azza Wa Jalla berfirman:

69_35.png

play_btn.png

falaysa lahu a lyawma h aa hun aa h amiim un

[69:35] Maka tiada seorang temanpun baginya pada hari ini di sini.[/b

69_36.png

play_btn.png

wal aa th a’ aa mun ill aa min ghisliin in

[69:36] Dan tiada (pula) makanan sedikitpun (baginya) kecuali dari darah dan nanah.[/b

69_37.png

play_btn.png

l aa ya/kuluhu ill aa a lkh aath i-uun a

[69:37] Tidak ada yang memakannya kecuali orang-orang yang berdosa.[/b

Ali bin Abi Thalhah meriwayatkan dari Ibnu ‘Abbas tentang lafazh ”ghislin”, yakni nanah penghuni neraka.

Syuaib bin Basyar berkata dari ”Ikrimah dari Ibnu ‘Abbas, ”Ghislin” adalah darah dan cairan yang mengalir dari daging penghuni neraka. Itulah makanan mereka.”

Menurut Maqatil, ”Tatkala darah dan nanah mengalir, merek segera memakannya sebelum didahului oleh neraka.”

Abu Ja’far berkata dari Rabi’ bin Anas, ”Ghislin merupakan pohon yang ada dalam neraka Jahanam.” Pendapat ini diriwayatkan pula dari Adh-Dhahak.

Khashif meriwayatkan dari Mujahid, dari Ibnu ‘Abbas. Ia berkata, ”Aku tidak tahu apa ghislin itu, tetapi aku mengira itu pohon zaqqum.”

Abu Hilal berkata dari Qatadah, ”Ghislin adalah makanan mereka yang paling jelek di antara makanan-makanan Jahanam.”

Yahya bin Salam berkata ”Ghislin adalah air bekas mencuci perut mereka.”

Syuraih bin ‘Ubaid mengatakan bahwa Ka’ab berkata, ”Seandainya aku menimba cairan ghislin sebanyak satu ember di sebelah timur, tengkorak manusia dibarat akan mendidih.” (Dikeluarkan oleh Abu Naim)

Telah diriwayatkan juga bahwa sebagian dari penghuni neraka memakan dagingnya sendiri. Lebih jelasnya akan kami jelaskan nanti, Insya Allah.

Allah SWT, berfirman:

4:10

4_10.png

play_btn.png

inna al la dz iina ya/kuluuna amw aa la a lyat aa m aa zh ulman innam aa ya/kuluuna fii bu th uunihim n aa ran wasaya sh lawna sa’iir aa n

[4:10] Sesungguhnya orang-orang yang memakan harta anak yatim secara zalim, sebenarnya mereka itu menelan api sepenuh perutnya dan mereka akan masuk ke dalam api yang menyala-nyala (neraka).[/b

Disebutkan dalam sebuah hadis bahwa memakan uang riba menjadi sebab dinyalakannya api neraka ke mulut mereka, kemudian dibacakanlah ayat ini. Hadis ini dikeluarkan oleh Ibnu Hibban dalam kitab Shahih-nya dari Abu Barzah, dari Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wassalam

Makhluk Selain Manusia pun Takut Neraka : Malaikat

Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

Di antara semua makhluk, malaikat adalah makhluk yang paling mulia. Mereka pun di ancam dengan neraka bila bermaksiat. Mereka juga takut terhadap neraka. Allah SWT, berfirman:

Download MP3

waq aa luu ittakha dz a al rra h m aa nu waladan sub haa nahu bal ‘ib aa dun mukramuun a

26. Dan mereka berkata: “Tuhan Yang Maha Pemurah telah mengambil (mempunyai) anak”, Maha Suci Allah. Sebenarnya (malaikat-malaikat itu), adalah hamba-hamba yang dimuliakan [958],

[958]. Ayat ini diturunkan untuk membantah tuduhan-tuduhan orang-orang musyrik yang mengatakan bahwa malaikat-malaikat itu anak Allah. surah / surat : Al-Anbiyaa Ayat : 26

Download MP3

l aa yasbiquunahu bi a lqawli wahum bi-amrihi ya’maluun a

27. mereka itu tidak mendahului-Nya dengan perkataan dan mereka mengerjakan perintah-perintahNya. surah / surat : Al-Anbiyaa Ayat : 27

Download MP3

ya’lamu m aa bayna aydiihim wam aa khalfahum wal aa yasyfa’uuna ill aa limani irta daa wahum min khasyyatihi musyfiquun a

28. Allah mengetahui segala sesuatu yang dihadapan mereka (malaikat) dan yang di belakang mereka, dan mereka tiada memberi syafaat

[959] melainkan kepadaorang yang diridhai Allah, dan mereka itu selalu berhati-hati karena takut kepada-Nya.

[959]. Lihat no. 46. 325 dan 326. surah / surat : Al-Anbiyaa Ayat : 28

Download MP3

waman yaqul minhum innii il aa hun min duunihi fa dzaa lika najziihi jahannama ka dzaa lika najzii al zhzhaa limiin a

29. Dan barangsiapa di antara mereka, mengatakan: “Sesungguhnya Aku adalah tuhan selain dari pada Allah”, maka orang itu Kami beri balasan dengan Jahannam, demikian Kami memberikan pembalasan kepada orang-orang zalim.

Telah masyhur dari sekelompok sahabat, tabi’in dan generasi sesudahnya bahwa Harut dan Marut, setelah melakukan maksiat, disuruh memilih antara siksa dunia apa siksa akhirat. Mereka memilih siksa dunia karena mereka tahu bahwa siksa dunia akan berakhir. Hadis ini tergolong marfu’ dan berasal dari hadis Ibnu ‘Umar, dari Nabi Muhammad SAW, serta di keluarkan oleh Imam Ahmad dan Ibnu Hibban dalam Shahih-nya. Namun, ada yang mengatakan bahwa hadis ini mauquf kepada Ka’ab.

Imam Ahmad mengeluarkan sebuah riwayat dari Anas, dari Nabi Muhammad SAW. Beliau bertanya kepada Malaikat Jibril a.s, ”Mengapa saya belum pernah melihat Mika’il tertawa?” Jibril menjawab, ”Semenjak neraka di ciptakan’ Mika’il tidak pernah tertawa.”

Di dalam kitab Az-Zuhd terdapat hadis dari Abu Al-Juni. Ia berkata, ”Telah sampai kepada kami bahwa Jibril menangis. Rasul bertanya, ”Mengapa engkau menangis wahai Jibril?” Jibril menjawab, ”Kedua mataku tidak pernah kering semenjak Jahanam di ciptakan karena takut aku bermaksiat kepada-Nya, lalu di lemparkan ke dalamnya.” Hadis ini diriwayatkan pula secara mursal dari beberapa jalur.

Ath-Thabrani mengeluarkan sebuah hadis dari Muhammad bin Ahmad, dari ayahnya, dari ‘Imran, bahwa Jibril datang menemui Nabi sambil bersedih sehingga tidak mau mengangkat kepala. Nabi bertanya, ”Mengapa engaku bersedih?” Ia menjawab, ”Saya melihat Jahanam sehingga rohku tidak mau kembali padaku.”

Ath-Thabrani pun mengeluarkan sebuah riwayat melalui jalur Salam Ath-Thawil, dari Al-Ajlah Al-Kindi, dari ‘Adi Al-Kindi, dari ‘Umar bin Al-Khaththab. Ia berkata, ”Jibril datang menemui Nabi dalam keadaan biasanya. Nabi kemudian bertanya, ”Wahai Jibril, mengapa mukamu pucat?” Ia menjawab, ”Aku tidak datang kepadamu, kecuali untuk mengabarkan bahwa Allah telah memerintahkan untuk menyalakan neraka.” Nabi bersabda lagi, ”Jelaskan kepadaku neraka dan sifat-sfatnya!” Jibril kemudian menyampaikan sebuah hadis-Insya Allah akan di kemukakan secara lengkap di post selanjutnya.

Nabi bersabda, ”Cukup, wahai Jibril. Jangan biarkan hatiku copot yang karenanya aku akan mati.” Nabi kemudian memerhatikan Jibril yang sedang menangis. Nabi bertanya, ”Engkau menangis, wahai Jibril, padahal posisimu di hadapan Allah begitu dekat?” Jibril menjawab, ”Aku lebih pantas menangis dari padamu. Bagaiamana aku tidak menangis sebab bisa saja, aku menurut ilmu Allah tidak sesuai dengan posisiku sekarang. Aku tidak tahu, boleh jadi, aku di uji oleh-Nya sebagaimana Iblis yang sebelumnya bersama para malaikat. Siapa tahu pula aku akan di uji sebagaimana Harut dan Marut.” Mendengar jawaban itu, Nabi pun menangis bersama Jibril. Mereka tidak berhenti menangis sampai terdengar panggilan, ”Wahai Muhammad, wahai Jibril, sesungguhnya Allah ‘Azza wa Jalla telah menjamin kalian tidak akan bermaksiat kepada-Nya.” Jibril kemudian berpamitan. Sementara Nabi ke luar rumah. Di perjalanan, beliau berpapasan dengan kelompok orang yang yang sedang tertawa. Beliau menegur, ”Kalian tertawa, padahal di belakang kalian pasti ada Jahanam? Seandainya kalian tahu apa yang ku ketahui, kalian akan sedikit tertawa dan banyak menangis. Kalian pasti tidak mau makan dan minum. Kalian pasti akan menuju tempat-tenpat tinggi untuk memohon kepada Allah.” Tiba-tiba, terdengarlah seruan, ”Wahai Muhammad, janganlah kamu membuat hamba-Ku berputus asa. Aku mengutusmu untuk mempermudah, bukan untuk mempersulit.” Nabi Muhammad SAW, kemudian bersabda, ”Istiqamahlah dan dekatilah Allah.”

Salam Ath-Thawil adalah orang yang lemah.

Ibnu Abi Ad-Dunya meriwayatkan sebuah hadis dari Abu Fudhalah dari guru-gurunya. Ia berkata, ”Allah SWT, mempunyai para malaikat yang tidak pernah tertawa semenjak Jahanam diciptakan karena takut Allah akan murka kepada mereka lalu menyiksanya.”

Dengan sanad dari Bakr Al-‘Abid, Ibnu Abi Ad-Dunya berkata, ”Saya bertanya kepada teman dekat Ibnu Abi Laila yakni Abu Al-Hasan, apakah para malaikat pernah tertawa?” Ia menjawab, ”Mereka tidak pernah tertawa semenjak Jahanam diciptakan.”

Diriwayatkan dari Muhammad bin Al-Munkadir bahwa ketika neraka diciptakan, hati para malaikat terlepas dari tempatnya. Ketika Bani Adam diciptakan, hati hati pun kembali lagi.

Diriwayatkan dari Muhammad bin Al-Munkadir bahwa ketika neraka di ciptakan, hati para malaikat copot dari tempatnya. Ketika Bani Adam diciptakan, hati mereka pun kembali lagi.

Maha Benar ALLAH dengan segala Firmannya, Ampunilah kami Ya ALLAH, Hindarkanlah azab Neraka dai kami Ya Allah

Artikel Terkait :

Peringatan Tentang Neraka dari Al Qur’an Untuk Semua Manusia.

Takutlah akan Neraka…! Selamatkanlah Diri Kalian Dari Neraka…! Larilah dari Neraka..!

Road To Hell – JAlan Ke Neraka : Kegelisahan Orang-orang Beriman yang Takut Siksa dan Azab Neraka

The Road to Hell – Jalan ke Neraka : Doa Memohon Surga kepada Allah dan Doa Berlindung kepada Allah dari Neraka dalam Shalat.
The Road To Hell – Jalan Ke Neraka : Tidak ada yang Selamat dari Siksa Neraka dan Azab Neraka
The Road To Hell – Jalan Ke Neraka : Kadar Minimal Kewajiban Takut pada Siksa dan Azab Neraka.
The Road To Hell – Jalan Ke Neraka : Berguncang Ketika Melihat Api
Neraka di Ciptakan Untukku, Sahabat-sahabatku, Saudara-saudaraku dari Kalangan jin dan manusia.
Road To Hell – Jalan Ke Neraka : Pernyataan Mr. Thomas Carlyle, Tuan Washington Irvink dan Monsier Gustave Gibbon terhadap Al Qur’an
Penghuni neraka Jahanam yang telah dibebaskan oleh Dzat Yang Maha Pemurah dari neraka
Cerita Gadis Jilbab : Ketika Sang Gadis Jilbab Membuka Rahasia Dirinya dan Menggetarkan …….
Ruang Tukar Link Text dan Tukar Banner Link Untuk Sahabatku
Dan Mereka di Lemparkan Ke Neraka dengan Belenggu !!!
The Road To Hell – Jalan Ke Neraka : ”Sesungguhnya orang-orang yang Berdosa Kekal di Dalam Siksa dan Azab Neraka Jahanam.

Wallahu Yar’ana Wayahfadna , Walhamdulillahi Rabbil’alamin

Makhluk Selain Manusia pun Takut Neraka : Jin

Neraka di ciptakan oleh Allah untuk kalangan jin dan manusia yang bermaksiat. Kedua golongan itulah yang memenuhi neraka. Allah SWT, berfirman :

Download MP3

walaqad dz ara/n aa lijahannama katsiiran mina a ljinni wa a l-insi lahum quluubun l aa yafqahuuna bih aa walahum a’yunun l aa yub sh iruuna bih aa walahum aatsaa nun l aa yasma’uuna bih aa ul aa -ika ka a l-an’ aa mi bal hum a dh allu ul aa -ika humu a lgh aa filuun a

179. Dan sesungguhnya Kami jadikan untuk (isi neraka Jahannam) kebanyakan dari jin dan manusia, mereka mempunyai hati, tetapi tidak dipergunakannya untuk memahami (ayat-ayat Allah) dan mereka mempunyai mata (tetapi) tidak dipergunakannya untuk melihat (tanda-tanda kekuasaan Allah), dan mereka mempunyaitelinga (tetapi) tidak dipergunakannya untuk mendengar (ayat-ayat Allah). Mereka itu sebagai binatang ternak, bahkan mereka lebih sesat lagi. Mereka itulah orang-orang yang lalai. Kedatangan azab Allah kepada orang-orang yang mendustakan ayat-ayat-Nya dengan cara istidraj [584].

[584] Yaitu: dengan membiarkan orang itu bergelimang dalam kesesatannya, hingga orang itu tidak sadar bahwa dia didekatkan secara berangsur-angsur kepadakebinasaan. surah / surat : Al-A’raf Ayat : 179

Download MP3

ill aa man ra h ima rabbuka wali dzaa lika khalaqahum watammat kalimatu rabbika la-amla-anna jahannama mina a ljinnati wa al nn aa si ajma’iin a

119. kecuali orang-orang yang diberi rahmat oleh Tuhanmu. Dan untuk itulah Allah menciptakan mereka. Kalimat Tuhanmu (keputusan-Nya) telah ditetapkan: sesungguhnya Aku akan memenuhi neraka Jahannam dengan jin dan manusia (yang durhaka) semuanya. surah / surat : Huud Ayat : 119

Download MP3

walaw syi-n aa la aa tayn aa kulla nafsin hud aa h aa wal aa kin h aqqa a lqawlu minnii la-amla-anna jahannama mina a ljinnati wa al nn aa si ajma’iin a

13. Dan kalau Kami menghendaki niscaya Kami akan berikan kepada tiap-tiap jiwa petunjuk, akan tetapi telahtetaplah perkataan dari padaKu: “Sesungguhnya akan Aku penuhi neraka jahannam itu dengan jin dan manusia bersama-sama.” surah / surat : As-Sajdah Ayat : 13

Download MP3

fa dz uuquu bim aa nasiitum liq aa -a yawmikum h aadzaa inn aa nasiin aa kum wa dz uuquu ‘a dzaa ba a lkhuldi bim aa kuntum ta’maluun a

14. Maka rasailah olehmu (siksa ini) disebabkan kamu melupakan akan pertemuan dengan harimu ini. Sesungguhnya Kami telah melupakan kamu (pula) dan rasakanlah siksa yang kekal, disebabkan apa yang selalu kamu kerjakan. surah / surat : As-Sajdah Ayat : 14

Download MP3

wayawma ya h syuruhum jamii’an y aa ma’syara a ljinni qadi istaktsartum mina a l-insi waq aa la awliy aa uhum mina a l-insi rabban aa istamta’a ba’ dh un aa biba’ dh in wabalaghn aa ajalan aa al la dz ii ajjalta lan aa q aa la al nn aa ru matsw aa kum kh aa lidiina fiih aa ill aa m aa sy aa -a al l aa hu inna rabbaka h akiimun ‘aliim un

128. Dan (ingatlah) hari diwaktu Allah menghimpunkan mereka semuanya (dan Allah berfirman): “Hai golonganjin, sesungguhnya kamu telah banyak menyesatkan manusia”, lalu berkatalah kawan-kawan meraka dari golongan manusia: “Ya Tuhan kami, sesungguhnya sebahagian daripada kami telah dapat kesenangan darisebahagian (yang lain) [504] dan kami telah sampai kepada waktu yang telah Engkau tentukan bagi kami”. Allah berfirman: “Neraka itulah tempat diam kamu, sedang kamu kekal di dalamnya, kecuali kalau Allah menghendaki (yang lain)”. Sesungguhnya Tuhanmu Maha Bijaksana lagi Maha Mengetahui.

[504] Maksudnya syaitan telah berhasil memperdayakan manusia sampai manusia mengikuti perintah-perintah dan petunjuk-petunjuknya, dan manusiapun telah mendapat hasil kelezatan-kelezatan duniawi karena mengikuti bujukan-bujukan syaitan itu. Qs. Al-An’am ayat 128

Download MP3

wa-ann aa minn aa a lmuslimuuna waminn aa a lq aa si th uuna faman aslama faul aa -ika ta h arraw rasyad aa n

14. Dan sesungguhnya di antara kami ada orang-orang yang ta’at dan ada (pula) orang-orang yang menyimpang dari kebenaran. Barangsiapa yang yang ta’at, maka mereka itu benar-benar telah memilih jalan yang lurus. surah / surat : Al-Jin Ayat : 14

Download MP3

wa-am aa a lq aa si th uuna fak aa nuu lijahannama h a th ab aa n

15. Adapun orang-orang yang menyimpang dari kebenaran, maka mereka menjadi kayu api bagi nerakaJahannam. surah / surat : Al-Jin Ayat : 15

Download MP3

wa-allawi istaq aa muu ‘al aa al ththh ariiqati la-asqayn aa hum m aa -an ghadaq aa n

16. Dan bahwasanya: jikalau mereka tetap berjalan lurus di atas jalan itu (agama Islam), benar-benar Kami akan memberi minum kepada mereka air yang segar (rezki yang banyak). surah / surat : Al-Jin Ayat : 16

Download MP3

sanafrughu lakum ayyuh aa al tstsaqal aa n i

31. Kami akan memperhatikan sepenuhnya kepadamu hai manusia dan jin. surah / surat : Ar-Rahmaan Ayat : 31

Download MP3

fabi-ayyi aa l aa -i rabbikum aa tuka dzdz ib aa n i

32. Maka ni’mat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan? surah / surat : Ar-Rahmaan Ayat : 32

Download MP3

yursalu ‘alaykum aa syuw aats un min n aa rin wanu haa sun fal aa tanta sh ir aa n i

35. Kepada kamu, (jin dan manusia) dilepaskan nyala api dan cairan tembaga maka kamu tidak dapat menyelamatkan diri (dari padanya). surah / surat : Ar-Rahmaan Ayat : 35

Download MP3

fabi-ayyi aa l aa -i rabbikum aa tuka dzdz ib aa n i

36. Maka ni’mat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan? surah / surat : Ar-Rahmaan Ayat : 36

Download MP3

fa-i dzaa insyaqqati al ssam aa u fak aa nat wardatan ka al ddih aa n i

37. Maka apabila langit telah terbelah dan menjadi merah mawar seperti (kilapan) minyak. surah / surat : Ar-Rahmaan Ayat : 37

Download MP3

fabi-ayyi aa l aa -i rabbikum aa tuka dzdz ib aa n i

38. Maka ni’mat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan? surah / surat : Ar-Rahmaan Ayat : 38

Download MP3

fayawma-i dz in l aa yus-alu ‘an dz anbihi insun wal aa j aa n nun

39. Pada waktu itu manusia dan jin tidak ditanya tentang dosanya. surah / surat : Ar-Rahmaan Ayat : 39

Download MP3

fabi-ayyi aa l aa -i rabbikum aa tuka dzdz ib aa n i

40. Maka ni’mat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan? surah / surat : Ar-Rahmaan Ayat : 40

Download MP3

yu’rafu a lmujrimuuna bisiim aa hum fayu/kha dz u bi al nnaw aas ii wa a l-aqd aa m i

41. Orang-orang yang berdosa dikenal dengan tanda-tandannya, lalu dipegang ubun-ubun dan kaki mereka. [1446]

[1446] Maksudnya: pada hari berhisab tidak lagi didengar alasan-alasan dan uzur-uzur yang mereka kemukakan. surah / surat : Ar-Rahmaan Ayat : 41

Diriwayatkan bahwa Nabi Muhammad SAW, membacakan surat ini kepada golongan Jin karena mereka menyinggung tentang penciptaan, kematian, kebangkitan kembali dan balasan mereka.

Maha Benar ALLAH dengan segala Firmannya, Ampunilah kami Ya ALLAH, Hindarkanlah azab Neraka dai kami Ya Allah

Artikel Terkait :

Peringatan Tentang Neraka dari Al Qur’an Untuk Semua Manusia.

Takutlah akan Neraka…! Selamatkanlah Diri Kalian Dari Neraka…! Larilah dari Neraka..!

Road To Hell – JAlan Ke Neraka : Kegelisahan Orang-orang Beriman yang Takut Siksa dan Azab Neraka

The Road to Hell – Jalan ke Neraka : Doa Memohon Surga kepada Allah dan Doa Berlindung kepada Allah dari Neraka dalam Shalat.
The Road To Hell – Jalan Ke Neraka : Tidak ada yang Selamat dari Siksa Neraka dan Azab Neraka
The Road To Hell – Jalan Ke Neraka : Kadar Minimal Kewajiban Takut pada Siksa dan Azab Neraka.
The Road To Hell – Jalan Ke Neraka : Berguncang Ketika Melihat Api
Neraka di Ciptakan Untukku, Sahabat-sahabatku, Saudara-saudaraku dari Kalangan jin dan manusia.
Road To Hell – Jalan Ke Neraka : Pernyataan Mr. Thomas Carlyle, Tuan Washington Irvink dan Monsier Gustave Gibbon terhadap Al Qur’an
Penghuni neraka Jahanam yang telah dibebaskan oleh Dzat Yang Maha Pemurah dari neraka
Cerita Gadis Jilbab : Ketika Sang Gadis Jilbab Membuka Rahasia Dirinya dan Menggetarkan …….
Ruang Tukar Link Text dan Tukar Banner Link Untuk Sahabatku
Dan Mereka di Lemparkan Ke Neraka dengan Belenggu !!!
The Road To Hell – Jalan Ke Neraka : ”Sesungguhnya orang-orang yang Berdosa Kekal di Dalam Siksa dan Azab Neraka Jahanam.

Walhamdulillahi Rabbil’alamin

Mohon Bantuan Shadaqah Donasi Rating Blog Untuk Blog THE ROAD TO HELL – JALAN KE NERAKA

Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh Brader..

Mohon Bantuan Shadaqah Donasi Rating Blog Untuk Blog THE ROAD TO HELL – JALAN KE NERAKA

Alhamdulillah, mari kita panjatkan puji dan syukur ke hadirat Allah SWT, yang telah memberikan nikmat iman, ihsan dan islam kepada kita semua, tentunya nikmat yangain juga harus kita syukuri berupa kesehatan, rezeki materi yang terus mengalir atau pun saat ini kita di timpa cobaan, musibah dan malapetaka.

Tak lupa juga mari kita bersholawat kepada junjungan kita Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wassalam, Rasul Allah untuk keselamatan umat Islam Dunia.

Pada hari ini admin punya hajat kepada teman semua, harapan saya sih anda semua setuju dan mendukung kita.

Hajatnya adalah untuk mendonasikan Rating kepada blog kami THE ROAD TO HELL – JALAN KE NERAKA, mudah-mudahan dengan donasi(shodaqah) Rating itu bisa mempermudah blog ini di akses oleh siapa saja dan dari mana saja. Mengingat konten blog ini hanya untuk Misi Kemanusiaan yaitu Mengingatkan betapa pedihnya Siksaan dan Azab Neraka.

Syaratnya adalah ikhlas Lillahi Ta’ala

Kita selaku admin mengucapkan terimakasih atas donasi Ratingnya dari brader semua semoga Allah memberikan pahala atas shodaqah ini.

Kita Ucapkan terimakasih juga bagi teman dan sobat semua yang kemaren sudah merating blog kami sebelum posting ini di terbitkan.

Cara merating blog kami sangat mudah sekali, caranya demikian :

1. Silahkan Buka MWB SIGN dulu, baru ke Dashboard,

2. Silahkan menuju menu Sosial dan Klik Submenunya Katalog Blog,

3. Setelah muncul menu katalog blog silahkan klik Preferensi, silahkan pilih berapa blog yang ingin ditampilkan, silahkan pilih 20, pilih tujuan bahasanya indonesia, setelah itu klik tombol simpan. Next,

4. Pilih Jelajah Sesuai Kategori, Pilih Kategori Education,

5. Di Menu Ini ada beberapai pilihan Sortir di antaranya : Terkini | Kunjungan | Rating | Hitungan Rating | Baru | Lama

6. Silahkan Klik Rating atau Klik Hitungan Rating, Setelah muncul daftar blog silahkan gulir ke bawah untuk mencari blog kita THE ROAD TO HELL – JALAN KE NERAKA. TERAKHIR KLIK TOMBOL BERI RATING.

7. Setelah ketemu nama blognya silahkan klik tombol pilihan angka rating, saya sarankan klik rating 4 atau 5 ya, karena kontent di blog ini adalah ajaran Tuhan, bukan opini adminnya.

8, Sesudah pilih angka rating, lanjutkan klik tombol Beri Rating.

9. Selesai.

Nah cukup mudahkan brader..

Siapapun boleh merating asalkan ikhlash Lillahi Ta’ala. Amin.

Bagi yang ingin mengirimkan artikel dan ingin di tayangkan di blog kami silahkan kirim ke email kita areuroadtohell[at]gmail.com. Setelah memenuhi syarat akan kami tayangkan. Artikel harus asli bukan salinan kopas di internet.

Bagi brader yang belum di follow silahkan tinggalkan pesan agar bisa kami ikuti blog anda.

Walhamdulillahi Rabbil’alamin

Sakit atau Meninggal Dunia Karena Ingat Neraka

Di antara ulama salaf, ada yang sakit, bahkan meninggal dunia karena ingat neraka.

Al-Hasan menjelaskan sifat orang-orang yang takut sebagai berikut, ”Rasa takut telah membuat badan mereka kurus bagaikan anak panah, orang yang melihatnya akan mengatakan bahwa seorang mereka sakit, padahal mereka tidak sakit. Ketika mengingat akhirat, mereka menghadapi persolan yang sangat besar.”

‘Umar bin Al-Kaththab r.a. mendengar seseorang yang sedang melaksanakan shalat tahajud membaca surat Ath-Thur. Ketika bacaannya sampai pada ayat:

Download Mp3

inna ‘a dzaa ba rabbika law aa qi’ un

7. sesungguhnya azab Tuhanmu pasti terjadi, surah / surat : Ath-Thuur Ayat : 7

Download Mp3

m aa lahu min d aa fi’ in

8. tidak seorangpun yang dapat menolaknya, surah / surat : Ath-Thuur Ayat : 8

‘Umar lalu berkata, ”Demi Pemilik Ka’bah, sumpah yang benar.” Setelah peristiwa itu, Umar sakit selama sebulan. Orang-orang yang menjenguknya tidak tahu penyakit apa yang sedang menimpanya.

Sekelompok ahli ibadag dari Basrah sakit karena takut. Mereka tidak ke luar dari rumahnya. Dia antara mereka adalah Al-‘Ala’ bin Ziyad dan ‘Atha As-Sulami. Bahkan, ‘Atha terus berbaring di tempat tidurnya selama beberapa tahun. Mereka pun berpendapat bahwa sakit yang menyebabkan wafatnya ‘Umar bin ‘Abdil ‘Aziz adalah rasa takut ini.

Imam Ahmad mengeluarkan sebuah riwayat dari Husain bin Muhammad, dari Fudhail, dari Muhammad bin Mutharrif. Ia mengatakan bahwa seorang yang terpercaya telah memberitakan kepadanya bahwa seorang pemuda dari Anshar di rasuki rasa takut. Ia kemudian tidak keluar dari rumahnya. Ketika Nabi Muhammad S.A.W, menjenguknya, ia berdiri dan memeluknya. Ia lalu berteriak dan tersungkur dan akhirnya meninggal dunia. Nabi Muhammad S.A.W, kemudian bersabda, ”Uruslah jenazah sahabat kalian ini, ketakutannya terhadap neraka telah menghentikan detak jantungnya.”

Hadis di atas diriwayatkan pula oleh Ibnu Al-Mubarak, dari Muhammad bin Mutharrif.

Dari jalur lain secara muttashil, Ibnu Abi Ad-Dunya telah mengeluarkan sebuah riwayat dari (tsana) Al -Hasan bin Yahya, dari (tsana) Khazim bin Jabalah bin Abi Nadharah Al-‘Abdi, dari Abu Sinan, dari Al-Hasan, dari Hudzaifah. Ia bercerita bahwa salah seorang pemuda pada masa Nabi Muhammad SAW, selalu menangis jika ingat neraka. Itulah yang menyebabkan ia tertahan terus di dalam rumahnya. Nabi mendengar hal itu lalu mendatangi pemuda itu. Begitu melihat Nabu, ia berdiri menyambut dan memeluknya. Ia lalu berteriak dan tersungkur dalam keadaan sudah meninggal dunia. Nabi Muhammad SAW, kemudian bersabda, ”Uruslah jenazah sahabat kalian ini. Takut neraka telah menghentikan detak jantungnya. Demi Dzat yang jiwaku berada pada genggaman-Nya, ia telah memohon perlindungan kepada Allah dari neraka. Siapa mengharap sesuatu, ia akan mencarinya. Siapa takut sesuatu, ia akan lari darinya.”

Hadis diatas yang paling benar berkualitas mursal. Al-Hafizh Ibnu Mukhallad Ad-Dauri mengatakan bahwa hadis dari Khazim bin Jabalah tidak perlu di tulis.

Hafsh bin ‘Umar Al-Ja’fi bercerita bahwa Dawud Ath-Tha’i menderita sakit selama beberapa hari. Penyebabnya, ia membaca ayat yang menyinggung neraka. Pada malam harinya, ia membaca ayat itu berulang kali. Keesokan harinya, ia pun sakit. Orang-orang menemukannya telah meninggal dunia, sedangkan kepalanya tersungkur di lantai. Riwayat ini di keluarkan oleh Abu Nu’aim.

Hafsh, Ibnu Abi Ad-Dunya dan lainnya menyampaikan sebuah riwayat dari jalur lain mengenai kisa Manshur bin ‘Ammar. Di Kufah, suatu ketika Manshur mendengar seseorang sedang bermunajat di malam hari. Manshur kemudian membaca ayat.

Download Mp3

y aa ayyuh aa al la dz iina aa manuu quu anfusakum wa-ahliikum n aa ran waquuduh aa al nn aa su wa a l h ij aa ratu ‘alayh aa mal aa -ikatunghil aats un syid aa dun l aa ya’ sh uuna al l aa ha m aa amarahum wayaf’aluuna m aa yu/maruun a

6. Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, keras, dan tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan. surah / surat : At-Tahriim Ayat : 6

Tiba-tiba Manshur mendengar teriakan, kemudian tidak terdengar suara apa-apa lagi. Manshur pun berlalu. Keesokan harinya, Manshur kembali ke tempat itu. Ia melihat orang-orang sedang mengeluarkan jenazah. Manshur bertanya perihal jenazah itu. Ibunya yang tidak mengenal Manshur menjawab, ”Seorang lelaki tadi malam melintas di dekat rumah anakku yang sedang melaksanakan shalat. Lelaki itu kemudian membaca salah satu ayat Al-Qur’an. Tiba-tiba, anakku berteriak dan jatuh dalam keadaan sudah meninggal dunia.”

Diriwayatkan dari Ibnu Abi Ad-Dunya dari Muhammad bin Al-Husain. Ia mengatakan bahwa sebagian sahabatnya telah menyampaikan beriata dari ‘Abdul Wahhab. Ia bercerota bahwa lelaki lewat di hadapannya. Lelaki itu memandang bara api dalam tungku. Tiba-tiba ia jatuh. Kami segera menghampirinya, dan kami menemukannya telah meninggal dunia.

Ibnu Abi Ad-Dunya pun menyampaikan sebuah riwayat dari Al-Bukhtari bin Yazid, dari Haritsah Al-Anshari, bahwa seorang ahli ibadah berdiri memerhatikan api dalam tungku. Ia lalu menangis, menjerit, dan meninggal dunia.

Ibnu Abi Ad-Dunya berkata, ”Telah menceritakan kepadaku ‘Abdurrahim bin Mutharrif bin Qudamah Ar-Rawasi, dari ayahnya, dari tuannya. Ia bercerita, ketika Al-Manshur bin Al-Mu’tamir meninggal dunia, ibunya menjerit, ”Anakku terbunuh.. Jahana,.. Ia meninggal karena takut Jahanam.”

Diriwayatkan dari jalur lain bahwa ‘Ali bin Fudhail meninggal dunia setelah mendengar ayat:

Download Mp3

walaw tar aa i dz wuqifuu ‘al aa al nn aa ri faq aa luu y aa laytan aa nuraddu wal aa nuka dzdz iba bi- aa y aa ti rabbin aa wanakuuna mina a lmu/miniin a

27. Dan jika kamu (Muhammad) melihat ketika mereka dihadapkan ke neraka, lalu mereka berkata: “Kiranya kami dikembalikan (ke dunia) dan tidak mendustakan ayat-ayat Tuhan kami, serta menjadi orang-orang yang beriman”, (tentulah kamu melihat suatu peristiwa yang mengharukan). surah / surat : Al-An’am Ayat : 27

Yunus bin Abdul A’la berkata, ”Abdullah bin Wahb membacakan Kitab Al-Ahwal. Ketika pembahasan sampai bab tentang sifat neraka, ia tak sadarkan diri. Ia wafat beberapa hari setelah itu.” Semoga Allah merahmatinya.

Maha Benar ALLAH dengan segala Firmannya, Ampunilah kami Ya ALLAH, Hindarkanlah azab Neraka dai kami Ya Allah

Artikel Terkait :

Peringatan Tentang Neraka dari Al Qur’an Untuk Semua Manusia.

Takutlah akan Neraka…! Selamatkanlah Diri Kalian Dari Neraka…! Larilah dari Neraka..!

Road To Hell – JAlan Ke Neraka : Kegelisahan Orang-orang Beriman yang Takut Siksa dan Azab Neraka

The Road to Hell – Jalan ke Neraka : Doa Memohon Surga kepada Allah dan Doa Berlindung kepada Allah dari Neraka dalam Shalat.
The Road To Hell – Jalan Ke Neraka : Tidak ada yang Selamat dari Siksa Neraka dan Azab Neraka
The Road To Hell – Jalan Ke Neraka : Kadar Minimal Kewajiban Takut pada Siksa dan Azab Neraka.
The Road To Hell – Jalan Ke Neraka : Berguncang Ketika Melihat Api
Neraka di Ciptakan Untukku, Sahabat-sahabatku, Saudara-saudaraku dari Kalangan jin dan manusia.
Road To Hell – Jalan Ke Neraka : Pernyataan Mr. Thomas Carlyle, Tuan Washington Irvink dan Monsier Gustave Gibbon terhadap Al Qur’an
Penghuni neraka Jahanam yang telah dibebaskan oleh Dzat Yang Maha Pemurah dari neraka
Cerita Gadis Jilbab : Ketika Sang Gadis Jilbab Membuka Rahasia Dirinya dan Menggetarkan …….
Ruang Tukar Link Text dan Tukar Banner Link Untuk Sahabatku
Dan Mereka di Lemparkan Ke Neraka dengan Belenggu !!!
The Road To Hell – Jalan Ke Neraka : ”Sesungguhnya orang-orang yang Berdosa Kekal di Dalam Siksa dan Azab Neraka Jahanam.

Walhamdulillahi Rabbil’alamin

Tidak Bisa Tidur Karena Teringat Neraka

Di antara orang-orang yang takut tidak dapat tidur karena teringat neraka adalah berikut ini.

Asad bin Wada’ah mengatakan bahwa Syadda bin Aus bertingkah seperti biji di atas penggorengan. Ia pun berkata, ”Ya, Allah ingatanku akan neraka menghalangiku untuk tidur.” Ia pun melaksanakan shalat.

Abu Sulaiman Ad-Darani mengatakan bahwa Thawus suatu ketika menggelar tikar, kemudian tiduran di atasnya. Ia tiba-tiba menggelepar seperti biji di atas penggorengan. Ia pun meloncat dan segera menghadap kiblat sampai shubuh. Ia berkata, ”Tidurnya ahli ibadah mengingatkan akan neraka.”

Malik bin Dinar mengatakan bahwa anak perempuan Ae-Rabi’ bin Khaitsam bertanya, ”Ayahku, mengapa engkau tidak tidur seperti orang lain?” Ia menjawab, ”Sesungguhnya neraka tidak membiarkan ayahmu untuk tidur.”

Jika malam sudah tiba, Shafwab bin Muharraz melenguh seperti anak sapi. Ia berkata, ”Takut neraka menghalangiku untuk berbaring.”

‘Amir bin ‘Abdullah berkata, ”Saya kagum dengan surga yang para pencarinya tidak tidur. Saya kagum dengan neraka yang para penghindarnya tidak tidur.” Jika malam telah tiba, ia berkata, ”Panas neraka menjauhkanku untuk tidur.” Ia pun tak bisa tidur sampai shubuh. Jika siang telah tiba, ia berkata, ”Panas neraka menjauhkanku untuk tidur.” Ia pun tak bisa tidur sampai sore.

Diriwayatkan pula bahwa ‘Amar bin Abdullah meletakkan biji-bijian di atas penggorengan. Ia kemudian memanggil, ”Ya Allah, sesungguhnya neraka telah menghalangiku untuk tidur. Maka, ampunilah saya.”

‘Amir bin ‘Abdullah pernah di tanya, ”Mengapa engkau tidak tidur?” Ia menjawab, ”Ingatanku akan neraka tidak membiarkanku untuk tidur.”

Al-Hurar bin Hishn Al-Fazari mengatkan bahwa ia pernah melihat seorang tua dari Bani Fazari yang di perintah oleh Khalid bin ‘Abdillah dengan imbalan 100.000, tetapi ia menolaknya. Ia berkata, ”Ingatanku akan neraka telah menjauhkan manisnya dunia dari hatiku.” ketika orang-orang terlelap tidur, ia malah berdiri shalat sambil berteriak, ”Neraka… neraka… neraka!”

Seorang lelaki dari kalangan mawali selalu begadang dan menangis. Tuannya mencelanya, ”Engkau merusak dirimu.” Jika di ingatkan akan surga, rasa rindunya berkepanjangan. Namun, ketika di ingatkan akan neraka, tidurnya berkepanjangan.

Diriwayatkan dari Abu Mahdi. Ia berkata, Sufyan Ats-Tsauri tidak tidur kecuali pada awal malam. Ia lalu terbangun dengan perasaan sangat terkejut dan berkata, ”Neraka… neraka… neraka, ingatanku akan neraka telah melupakanku untuk tidur dan syahwat.” Ia kemudian mengambil wudhu. Setelah berwudhu, ia berdoa, ”Ya Allah, sesungguhnya Engkau Maha Tahu akan hajatku. Saya tidak minta apa-apa, selain memohon agar Engkau membebaskanku dari Neraka.”

Untuk makna inilah ‘Abdullah bin Al-Mubarak, semoga Allah merahmatinya, berkata:

”Jika malam sudah gelap, mereka bersungguh-sungguh sehingga malam berlalu, sedangkan mereka sedang rukuk.

Rasa takut telah mengusir keinginan untuk tidur, mereka pun melaksanakan shalat.

Sementara mereka yang merasa aman di dunia tidur terlelap.”

Ibnu Al-mubarak pun berkata:

”Alas tidur mereka adalah kain sebelah kanan yang sedang di pakainya, sedangkan bantalnya adalah lengannya.

Malam hari mereka diisi dengan rasa takut, tempat tidurnya hanyalah sarang burung yang di anyam.

Warna kulitnya kuning, seolah-olah wajahnya tinggi, tubuhnya kering-kerontang.

(Tubuhnya) Tipis bagaikan pedang, karena kesungguhan dan begadang.

Berdiri shalat karena Allah, sedangkan orang-orang tidur.

Mereka menangis dan terkadang berteriak, tatkala orang-orang tidur di pembaringan.

Mereka senantiasa berdzikir.

Matanya bercucuran karena takut kepada Allah.”

Ubad bin Ziyad At-Taimi mempunyai beberapa saudara yang ahli ibadah. Wabah kemudian menyerang mereka. Ziyad kemudian memuliakan mereka. Ia berkata mengenai mereka:

”Para pemula yang terpencar kekhusyukan dari mereka,

Mereka semuanya paham terhadap Al-Qur’an.

Tahajud menyebabakan kulitnya kering.

Warna kuning dan terlihat tinggal tulang.

Mereka menjauhi tempat tidur karena takut, sedangkan orang-orang tidur nyenyak.

Mereka menangis dan mengerang di malam hari, berpuasa di siang hari,

Mereka membaca Al-Qur’an yang tidak ada keraguan di dalamnya, dan begadang sambil bersujud dan shalat.”

Maha Benar ALLAH dengan segala Firmannya, Ampunilah kami Ya ALLAH, Hindarkanlah azab Neraka dai kami Ya Allah

Artikel Terkait :

Peringatan Tentang Neraka dari Al Qur’an Untuk Semua Manusia.

Takutlah akan Neraka…! Selamatkanlah Diri Kalian Dari Neraka…! Larilah dari Neraka..!

Road To Hell – JAlan Ke Neraka : Kegelisahan Orang-orang Beriman yang Takut Siksa dan Azab Neraka

The Road to Hell – Jalan ke Neraka : Doa Memohon Surga kepada Allah dan Doa Berlindung kepada Allah dari Neraka dalam Shalat.

The Road To Hell – Jalan Ke Neraka : Tidak ada yang Selamat dari Siksa Neraka dan Azab Neraka

The Road To Hell – Jalan Ke Neraka : Kadar Minimal Kewajiban Takut pada Siksa dan Azab Neraka.

The Road To Hell – Jalan Ke Neraka : Berguncang Ketika Melihat Api

Neraka di Ciptakan Untukku, Sahabat-sahabatku, Saudara-saudaraku dari Kalangan jin dan manusia.

Road To Hell – Jalan Ke Neraka : Pernyataan Mr. Thomas Carlyle, Tuan Washington Irvink dan Monsier Gustave Gibbon terhadap Al Qur’an

Penghuni neraka Jahanam yang telah dibebaskan oleh Dzat Yang Maha Pemurah dari neraka

Cerita Gadis Jilbab : Ketika Sang Gadis Jilbab Membuka Rahasia Dirinya dan Menggetarkan …….

Ruang Tukar Link Text dan Tukar Banner Link Untuk Sahabatku

Dan Mereka di Lemparkan Ke Neraka dengan Belenggu !!!

The Road To Hell – Jalan Ke Neraka : ”Sesungguhnya orang-orang yang Berdosa Kekal di Dalam Siksa dan Azab Neraka Jahanam.

Walhamdulillahi Rabbil’alamin